AR

AR adalah sinyal prosedural (prosign) dalam kode Morse. Fungsinya untuk menandai penutupan yang rapi dalam transmisi: akhir pesan, akhir blok, atau baris baru / paragraf baru.

Yang paling penting: AR bukan dikirim sebagai huruf “A” lalu “R” dengan jeda huruf normal. Dalam praktik, AR dikirim sebagai satu unit, supaya terbaca sebagai sinyal, bukan dua huruf.

AR dalam kode Morse: pola yang tepat

AR = .-.-.

Polanya khas: titik–garis bergantian beberapa kali dan berakhir dengan titik.

Arti AR

Tergantung konteks, AR bisa berarti:

  • Akhir pesan
  • Akhir blok
  • Baris baru / paragraf baru

Anggap AR sebagai “penanda penutup” untuk satu bagian pesan.

Cara mengirim AR dengan benar (prosign, bukan huruf)

Aturan timing (unit):

  • Titik = 1 unit
  • Garis = 3 unit
  • Jeda antar elemen di dalam sinyal = 1 unit
  • Jeda antar huruf = 3 unit
  • Jeda antar kata = 7 unit

Untuk AR sebagai prosign:

  • Kirim .-.-. sebagai satu sinyal kontinu, hanya pakai jeda 1 unit antar elemen.
  • Hindari jeda 3 unit “antar huruf”, karena AR tidak dimaksudkan dibaca “A R”.

AR vs SK (beda fungsi)

  • AR (.-.-.): menutup pesan/blok, tapi komunikasi bisa lanjut.
  • SK (…-.-): penutupan final, tanda akhir kontak.

Kalau kamu menutup satu blok pesan tapi masih lanjut komunikasi, pakai AR. Kalau benar-benar selesai, pakai SK.

Kesalahan umum saat memakai AR

  1. Mengirim A lalu R dengan jeda huruf
    Kalau kamu memisahkan seperti huruf biasa, sinyal AR jadi kurang tegas sebagai prosign.
  2. Durasi garis tidak konsisten
    AR butuh kontras timing yang jelas (1 vs 3 unit). Kalau garis dipendekkan, jadi ambigu.
  3. Menganggap AR sebagai sign-off final
    Untuk penutupan final, biasanya SK yang dipakai, bukan AR.

Latihan cepat untuk AR

Drill 1: Pola murni
Kirim .-.-. 10 kali dengan ritme konsisten.

Drill 2: Teks + AR
Kirim satu kata pendek lalu tutup blok dengan AR. Ulangi 5 kali.

Drill 3: Latihan membedakan
Selang-seling AR (.-.-.) dan SK (…-.-) agar cepat membedakan secara audio.